HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Warga Patumbak Datangi Mapolda Sumut : Rumah Anak dan Menantu Saya di Palu Roboh dan Sampai Sekarang Mereka Tidak Bisa Ditelepon

By On September 30, 2018

Medan (SP) - Pinta Ulina Boru Brutu (47) beralamat di Dusun VII Pasar IV, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kab Deli Serdang mendatangi Mapolda Sumut, tepatnya ruangan Kasubbid Penmas Polda Sumut pada Senin (1/9/2018) sekira pukul 11:00 Wib.

Kedatangan ibu rumah tangga yang memiliki 3 orang anak ini untuk mengadukan nasib dirinya, dimana dua dari tiga anaknya dan satu menantunya (warga Palu) belum diketahui keberadaannya pasca bencana alam gempa bumi dan Tsunami di Palu Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.

"Anak saya dua yaitu Sabrina Saragih (23) Adi Rahmoko Saragih (22) dan satu menantu saya Hanif (suami dari Sabrina Saragih) tinggal di Jalan Tumbulukutu Bawah,  Nomor 10 Kecamatan Palu Timur, Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah. Sampai sekarang saya belum bisa berkomunikasi dengan mereka (anak dan menantu) saya yang di Palu pasca bencana alam gempa bumi dan Tsunami," kata Pinta kepada wartawan saat diruangan Kasubbid Penmas Polda Sumut.

Diceritakan Pinta Ulina bahwa anak dan menantunya sudah dua tahun tinggal di Palu dan terakhir dirinya berkomunikasi dengan anaknya pada Jumat (28 September 2018) tepatnya pada saat di Palu terjadi gempa bumi.

"Saya komunikasi dengan anak saya pada saat di Palu terjadi gempa dan belum Tsunami, anak saya mengatakan bahwa rumahnya sudah roboh kena gempa bumi, lalu saya bilang sama anak saya agar segera mengungsi ketempat yang aman dan disitulah terakhir saya berkomunikasi. Sampai saat ini saya belum tahu keberadaan anak dan menantu saya. Untuk itulah saya kemari dan minta tolong kepada pihak kepolisian agar saya bisa berkomunikasi atau mengetahui kabar anak dan menantu saya," ujarnya menjelaskan.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP M.P Nainggolan SH MH menanggapi hal itu langsung mencoba komunikasi dengan pihak kepolisian di Palu dan sekitarnya.

"Kita sudah coba menelepon pihak kepolisian di Palu tapi belum berhasil, nanti jika sudah berhasil akan kita sampaikan perkembangan informasi perihal anak dan menantu dari ibu ini (Pinta Ulina) yang belum dapat kabar pasca gempa bumi dan Tsunami di Palu," ujar AKBP MP Nainggolan menjelaskan.

Teks foto : Pinta Ulina bersama dengan AKBP MP Nainggolan SH MH


Giat Minggu Berkat, Kapolres Nias Selatan Minta Warga Jaga Kekondusifan

By On September 30, 2018

Nias Selatan (SP) - Sat Binmas Polres Nias Selatan  melaksanakan Giat Minggu Berkat dengan masyarakat Kab Nias Selatan Minggu (30/09/18) pukul 09.00-10.00 Wib bertempat di Panti Asuhan Cinta Kasih Baloho dan Sekitaran Jalan Kota Teluk Dalam.

Maksud dan tujuan giat Minggu Berkat ini dilaksanakan untuk menjalin Silaturahmi dan saling berbagi dengan masyarakat dalam rangka Commander Wish Kapolda Sumut dan arahan dari Kapolres Nias Selatan. Giat Minggu berkat ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian Polres Nias Selatan terhadap sesama masyarakat.

Selain itu, dalam Minggu berkat ini Sat Binmas Polres Nias Selatan turut membagikan nasi kotak kepada penarik becak dan pekerja Bangunan di Wilayah Kab. Nias Selatan. Sat Binmas Polres Nias Selatan juga mengajak masyarakat bersama jaga kondusifitas wilayah Nias Selatan menjelang Pileg dan Pilpres 2019 agar jangan mau diadu domba dan dipecah belah.

"Masing-masing mempunyai pilihan berbeda namun Kesatuan dan Persatuan NKRI harus tetap utuh dan terjaga," kata Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal Napitupulu SIK kepada wartawan.

Sat Binmas Polres Nias Selatan juga berpesan kepada masyarakat apabila melihat, mendengar dan mengetahui suatu tindak pidana agar melaporkan kepada Kepolisian Resor Nias Selatan atau pun Kepada Sat Binmas Polres Nias Selatan.(reza/rel)

Teks foto : Personil Polres Nias Selatan melaksanakan giat Minggu berkat

Jahtanras Polda Sumut Tangkap 61 Preman, Masyarakat Jangan Takut Mengadu

By On September 30, 2018

Medan (SP) - Sebagai bentuk keseriusan memberantas premanisme, Polda Sumut gelar operasi yang dilaksanakan disejumlah lokasi di Medan dan Tanjung Morawa, polisi mengamankan 61 orang preman. Petugas Ditreskrimum Polda Sumut Subdit III Jahtanras melakukan operasi terhadap preman yang dinilai meresahkan warga.

Namun, setelah didata dan diperiksa, 54 orang dilakukan pembinaan dengan menandatangani surat yang tidak akan melakukan keresahan terhadap masyarakat. Kemudian, mereka dipulangkan.

Sedangkan 7 orang terduga terpaksa ditahan karena melakukan pemerasan terhadap pemilik toko, sopir truk dan pedagang stiker.

Ketujuh terduga tersangka yang ditahan yakni, Fasca Gabriel Simorangkir bin Lintong Simorangkir. Dia ditahan atas laporan karyawan toko Alfamart Jalan Garuda Raya kel Kenanga Baru Kec Percut Sei Tuan.Modusnya, minta uang Rp.300.000 secara paksa mengatasnamakan OKP.

Kemudian, meminta uang secara paksa kepada karyawan Alfamart simpang Pemda Jalan Setia Budi dengan terduga tersangka, Juprianto Tarigan bin Amir Tarigan, dari dia disita barang bukti uang Rp.600.000. Terduga tersangka Herbin Marjono Manullang bin Piter Manullang, Irwansyah alias Iwan, dari dia disita uang Rp.54.000 dan Roni Pratama als Roni disita barang bukti uang Rp.75.000.

Selanjutnya terduga tersangka Jimmi Siburian als Jimmi dan Romeo Adion Sianturi ditangkap karena melakukan pemerasan kepada penjual stiker Mulia di Jalan Sei Batang Hari Medan. Dari kedua terduga tersangka polisi menyita barang bukti uang Rp.200.000.

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian melalui Kasubdit III/Jahtanras AKBP Maringan Simanjuntak kepada wartawan mengatakan, para terduga tersangka meminta secara paksa uang dari para korbannya.

“Modusnya, ada yang meminta secara paksa dengan ancaman kemudian beralasan untuk uang salah satu organisasi dan untuk pelantikan pengurus organisasi yang ternyata untuk pribadi,” kata Maringan, Jumat (28/9/2018) sore.

Dari para terduga tersangka, kata Maringan, disita barang bukti ratusan ribu rupiah.

“Mereka ditahan dengan pasal yang dipersalahlan yakni pasl 368 ayat (1) jo 55,56 ke 1e KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujarnya.

Mantan Kabag Sumda Polrestabes Medan itu menghimbau warga yang resah akibat ulah preman supaya melapor ke polisi terdekat.

“Pemberantasan premanisme adalah salah satu program 100 hari Kapoldasu Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH, karena itu masyarakat jangan takut mengadu ke polisi,” ujarnya menjelaskan.(reza)

Teks foto : Ilustrasi

Di HUT ke-63, Dirlantas Polda Sumut Inginkan Nihil Kecelakaan

By On September 30, 2018

Serdang Bedagai (SP) - Direktur Lalulintas (Dirlantas) Polda Sumut, Kombes Pol Agus menaruh harapan kepada seluruh personil Satlantas agar mampu memberikan contoh dan menjadi penganyom kepada masyarakat yang menjadi pengendara lalulintas. Apalagi tahun 2018 memasuki tahun ke-63 Satuan Lalulintas Bhayangkara.

"Semoga dengan bertambahnya usia Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Bhayangkara menjadi 63 tahun, seluruh personil Satlantas dapat berbenah diri agar bekerja lebih baik dan lebih maksimal dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Dirlantas Polda Sumut dalam kegiatan Fun Bike (sepeda santai) memperingati HUT ke-63 di Pantai Bali Lestari, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) pada Minggu (30/9/2018) siang.

HUT yang jatuh pada tanggal 22 September 2018 kemarin diharapkan sesuai dengan tema yang telah dicanangkan yaitu Dengan semangat Promoter Polantas mengimplementasikan Road Safety melalui E-Policing menuju zero accident.

"Mari kita semua (masyarakat) untuk tertib berlalulintas, mari kita optimis menciptakan (Zero Accident) nihil kecelakaan," katanya menjelaskan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumut bersama masyarakat menggelar Fun Bike (sepeda santai) dalam memperingati HUT ke-63 yang jatuh pada tanggal 22 September 2018 kemarin.

Adapun tujuan Fun Bike yang diselenggarakan pada Minggu (30/8/2018) dari Medan lapangan benteng ke Pantai Bali Lestari, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Start dimulai pukul 06:30 Wib dan sampai ketujuan berkisar pukul 09:30 Wib. Kegiatan diikuti oleh ratusan pesepeda dari beberapa club sepeda di Kota Medan dan sekitarnya. Dalam perjalanan, pesepeda sempat singgah didaerah Lubuk Pakam.

Pantauan wartawan di Pantai Bali Lestari, para pesepeda terlihat beristirahat, makan dan minum (hidangan) yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.(reza)

Teks foto : Dirlantas Polda Sumut

HUT ke-63, Ditlantas Polda Sumut Fun Bike Medan Pantai Bali Lestari

By On September 29, 2018

Medan (SP) - Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumut bersama masyarakat menggelar Fun Bike (sepeda santai) dalam memperingati HUT ke-63 tahun yang jatuh pada tanggal 22 September 2018 kemarin.

Adapun tujuan Fun Bike yang diselenggarakan pada Minggu (30/8/2018) dari Medan lapangan benteng ke Pantai Bali Lestari, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Start dimulai pukul 06:30 Wib dan sampai ketujuan berkisar pukul 09:30 Wib. Kegiatan diikuti oleh ratusan pesepeda dari beberapa club sepeda di Kota Medan dan sekitarnya. Dalam perjalanan, pesepeda sempat singgah didaerah Lubuk Pakam.

Diketahui, kegiatan Fun Bike ini bertema Dengan semangat Promoter Polantas mengimplementasikan Road Safety melalui E-Policing menuju zero accident.

Pantauan wartawan di Pantai Bali Lestari sekira pukul 10:00 Wib, para pesepeda terlihat beristirahat, makan dan minum (hidangan) yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.(reza)

Teks foto : Pesepeda tiba di Pantai Bali Lestari

Resmi Buka PKKMB, Rektor UPMI Katakan Ini Kepada Mahasiswa

By On September 29, 2018

Medan (SP) - Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di tahun pelajaran akademik 2018/2019 di Universitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (UPMI), resmi dibuka oleh rektor Dr H. Alimukti Tanjung SH, MM, di Aula kampus II UPMI di Jalan Balai Desa, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (29/09/2018) siang.

PKKMB ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempersiapkan diri mahasiswa baru dalam proses sosialisasi menjadi mahasiswa yang baik.

Didalam kegiatan tersebut diisi dengan kegiatan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan dihadiri dan menjadi narasumber oleh BNN Provinsi Sumatera Utara bagian Kabid P2M Drs Tuangkus Harianja MM.

"Berharap kepada mahasiswa UPMI ini, jauhi narkoba, raihlah presentasi tanpa narkoba," ungkap Tuangkus.

Rektor UPMI, Dr H. Alimukti Tanjung SH, MM menyebutkan mahasiswa yang baru masuk dikalangang kampus UPMI ini cukup banyak ditahun 2018 ini.

"Harapannya semoga seluruh mahasiswa dapat mambawa harum nama Almamater menjadi kebanggaan, mahasiswa yang sudah kita terima Sastra 1 (S1) berkisar 700 orang," katanya.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini dengan bertema, bersifat kepemimpinan, dan jauhi narkoba, Hal ini dilakukan untuk mendorong mahasiswa/i agar bisa jauh dari narkoba, supaya tidak terjebak dalam penyalahgunaanya.

"Kita berharap kepada mahasiswa ini, agar membentuk satgas anti narkoba, jadikan narkoba sebagai musuh kehidupan kita," sambungnya.

"Selain itu, kampus UMPI juga telah membuka program bidang study Teknologi Informasi (TI) semoga banyak mahasiswa yang bergabung. Ini menjadi modal dan kekuatan UPMI untuk mewujudkan visi dan misi UPMI mendidik sarjana yang berkualitas, berdaya saing berpresentasi dan religius," ujarnya menjelaskan.(tim)

Teks foto : Rektor saat membuka PKKMB

Kapolda Sumut Sholat Ghoib dan Salurkan Donasi untuk Korban Bencana Alam di Palu dan Donggala

By On September 29, 2018

Medan (SP) - Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto SH  bersama ribuan Bikers dan dua ratusan club motor di Kota Medan dan sekitarnya melaksanakan sholat Ghoib bersama untuk korban bencana alam gempa bumi dan Tsunami di Palu Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah pada Sabtu (29/9/2019) malam di halaman Mapolda Sumut.

Imam Sholat Ghoib yaitu Al Ustad Masdal Tambusai dan dihadiri oleh PJU Polda Sumut, para Kapolres dan seluruh personil Polda Sumut beragama Islam (muslim). Sholat Ghoib dilakukan untuk mendoakan korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

Selain melaksanakan Sholat Ghoib, pihak Polda Sumut juga mengumpulkan dana untuk disalurkan kepada korban bencana alam gempa bumi dan Tsunami di Palu dan Donggala.

Dilokasi, ribuan Bikers, juga sepakat akan mendukung Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 damai.

"Terima kasih karena adek-adek, teman-teman saya turut mendukung Pileg dan Pilpres tahun 2019 aman dan damai," ujar Kapolda Sumut menjelaskan.

Selain itu, Kapolda Sumut mengharapkan agar seluruh Bikers ikut serta mendukung ketertiban arus lalulintas.

"Mari kita menjaga ketertiban arus lalulintas, demi keselamatan kita bersama," terangnya.

Diketahui, dana yang dikumpulkan pihak Polda Sumut untuk disalurkan kepada korban bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala sebesar Rp 20 juta lebih, ditambah donasi dari masyarakat yang dikumpulkan oleh Polres Tapanuli Selatan Rp 20 juta lebih. Total keseluruhannya menjadi Rp 47 jutaan.

Teks foto : Kapolda Sumut sholat Ghoib bersama

Polres Pelabuhan Belawan dan Masyarakat Laksanakan Sholat Ghoib untuk Korban Bencana Alam di Palu

By On September 29, 2018

Medan (SP) - Pada Sabtu (29/9/2018), Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan giat Sholat Dzuhur dan Sholat Ghoib bersama masyarakat di beberapa Mesjid. Adapun masjid yang melaksanakan yaitu Mesjid Salam, Belawan.

Kegiatan Sholat Ghoib di Mesjid Salam dihadiri oleh Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolsek Belawan. Dalam kegiatan tersebut juga diikuti oleh sekitar 100 Jemaah yang dipimpin oleh Imam Ibrahim Samosir.

Kemudian Mesjid Taqwa, Belawan. Kegiatan Sholat Ghoib di Mesjid Taqwa dihadiri oleh Kanit Intelkam Polsek Belawan dan Anggota. Dalam kegiatan tersebut juga diikuti oleh sekitar 100 Jemaah yang dipimpin oleh Imam Ustad Murzaman, S.Pdi.

Lalu Mesjid Al Ikhlas Desa Hamparan Perak. Kegiatan Sholat Ghoib di Mesjid Taqwa dihadiri oleh Kapolsek Hamparan Perak dan Anggota. Dalam kegiatan tersebut juga diikuti oleh sekitar 60 Jemaah yang dipimpin oleh Imam Abdul Hafiz Hasibuan.

Selanjutnya, Mesjid Jami Al Hidayah. Kegiatan Sholat Ghoib di Mesjid Taqwa dihadiri oleh Kanit Sabhara Polsek Hamparan Perak dan Anggota. Dalam kegiatan tersebut juga diikuti oleh sekitar 60 Jemaah yang dipimpin oleh Imam Muhammad Daud.

"Kegiatan Sholat Dzuhur dan Sholat Ghoin bersama masyarakat dilakukan sebagai wujud bela sungkawa terhadap Korban Gempa dan Tsunami di Palu Sulawesi Tengah, semoga para korban Gempa dan Tsunami diberikan kesabaran, ketabahan dan diberikan rahmat dan hidayah oleh Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Amin," ujar Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan Lubis SH MH ketika diwawancarai wartawan menjelaskan.(reza/rel)

Teks foto : ketika melakukan sholat

Mahasiswa UMN Medan Galang Dana untuk Korban Gempa Tsunami di Palu dan Donggala

By On September 29, 2018

Medan (SP) - Mahasiswa dari Universitas Muslim Nusantara (UMN) Medan melakukan kegiatan amal di Jalan Sisingamangaraja/Simpang Alfalah Medan pada Sabtu (29/9/2018) siang. Beberapa dari mahasiswa membawa spanduk bertulisan Pray for Palu dan Kota serta menerima sumbangan atau dana yang nantinya akan disalurkan kepada yang membutuhkan (korban bencana alam di Palu).

Salman Alfarisi selaku Ketua kegiatan penggalangan dana menegaskan
bahwa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi bertekad untuk membantu meringankan derita korban bencana alam gempa bumi dan Tsunami.

"Kegiatan sosial penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang kini tertimpa musibah gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat 28 September 2018, kemarin. Kegiatan ini sebagai bentuk perhatian mahasiswa terkhususnya kaum muda terhadap kondisi bangsa ini yang hari ini di landa musibah," ujarnya.

Lanjutnya mengatakan bahwa kegiatan ini juga sebagai bentuk penyadaran kepada mahasiswa akan pentingnya peran pemuda dalam kondisi seperti ini.

"Semoga dengan dana yang terkumpul ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kami di Palu dan Donggala," jelas Salman Alfarisi.

Pantauan wartawan dilokasi, Mahasiswa membawa kotak dan mendatangi setiap kendaraan untuk menerima sumbangannya. (rian)

Teks foto : saat melakukan aksi sosial

Polda Sumut Bongkar Praktek Pengoplosan Gas Subsidi ke Non Subsidi di Marelan

By On September 28, 2018

Medan (SP) - Ditreskrimsus Polda Sumut, Subdit I Industri dan Perdagangan (Indag) membongkar praktek pengoplosan gas bersubsidi tabung 3 kg kedalam tabung 12 dan 50 kg. Praktek merugikan negara dan konsumen itu terjadi di Jalan Marelan, Pasar 2, Komplek Marelan Permai, Kel Titipapan, Kec Medan Marelan pada Rabu (26/9/2018) sekira pukul 15:00 Wib.

Adapun terduga tersangka dalam kasus ini yaitu Ali Hamka Hasibuan, dimana terduga sudah melakukan praktek kejahatan ini berkisar 11 bulan lamanya.

"Awalnya terduga pelaku membeli gas elpiji 3 kg dari kios-kios, kemudian memindahkan isi tabung gas 3 kg itu kedalam tabung gas 12 dan 50 kg (dioplos) dan dijual kekonsumen di Kota Medan sekitarnya," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Toga Habinsaran melalui Pj Kasubdit Indag, Kompol Roman SIK didampingi Kasubbid Penmas AKBP M.P Nainggolan SH MH kepada wartawan pada Jumat (28/9/2018) sore.

Dari lokasi, pihak kepolisian mengamankan 92 tabung gas 3 kg bersubsidi berisi dan 350  tabung gas 3 kg kosong, 15 tabung gas ukuran 50 kg berisi, 22 tagubg gas 50 kg kosong, 8 tabung gas 12 kosong, 1 tabung gas 12 berisi, 7 buah alat pemindahan isi tabung gas, obeng, 2 unit timbangan, 1 unit mobil grand max BK 9085 DA, 1 unit mobil L300BK 8876 XB.

"Kita (kepolisian) mempersangkakan terduga tersangka dengan dugaan tindak pidana menyalahgunakan perdagangan gas bersubsidi pemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat 1 huruf b UH Darurat Nomor 7/DRT/1955 tentang tindak pidana ekonomi Jo peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang-barang dalam pengawasan Jo memproduksi dan atau memperdagangkan barang berupa LPG yang tidak sesuai itu yang dipersyaratkan dan ketentuan perundang undangan sebagaimana pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8ayat 1 huruf a, b dan c UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen lebih subsider lagi melanggar pasal 53, 54 huruf d UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi Jo pasal 1 angka 8 peraturan menteri ESDM RI nomor 13 tahun 2018 tentang kegiatan penyaluran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas dan LPG dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun. Berdasarkan pengakuan terduga bahwa praktek mengoplos ini sudah berkisar 11 bulan lamanya dilakukannya," ujar Roman menjelaskan.(reza/rel)

Teks foto : pihak kepolisian memaparkan pengungkapan kasus

Warung Raisha Resmi Buka di Marelan, Harga Bersahabat, Rasa Restoran Berbintang

By On September 28, 2018

Medan (SP) - Bagi pemburu wisata kuliner, Kota Medan, telah hadir satu tempat yang cukup presentatif. Tepatnya di Jalan Veteran, Desa Helvetia, Kecamatan Deliserdang. Lokasi itu lebih dikenal dengan sebutan Pasar 10 Helvetia, atau biasa juga orang-orang di sana menyebutnya Jalan Raya Marelan.

Warung Raisha, begitu merk plangnya dibuat oleh si pemilik, Erry Tanjung-- yang masih aktif di top manajemen Hotel Grand Antares Medan. Brand itu diambil dari nama putri si pria yang sudah sangat profesional di dunia marketing perhotelan itu.

Warga Kota Medan, khususnya yang berdomisili di wilayah bagian Utara, mulai dari Kecamatan Medan Marelan, Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Belawan, bahkan Hamparak Perak tak ada salahnya bila bergoyang lidah di warung yang baru menggelar grand opening, Jumat (28/9/2018) itu.

Menunya cukup beragam. Mulai dari Mie Sop Kampung, Bakso, Ayam Penyet, Kangkung Terasi, Capcay, Bihun Goreng, Pisang Goreng Coklat dan sebagainya. Bagi penghobby makanan pedas, ada satu menu yang cukup unik. Namanya Tumis Sayur Janda Mengamuk.

Soal harga, tak usah khawatir. Pas kantong lagi tanggal tua pun, masih cocok sembari membawa keluarga, atau pasangan. Besarannya cuma di kisaran Rp10 ribu sampai Rp18 ribu. Begitu juga dengan aneka minuman dan juicenya. Cukup murah.

Tapi tentunya yang tak kalah adalah, rasanya yang imbang dengan makanan restoran kelas wahid. Kenapa begitu? Chef alias jurumasaknya jebolan hotel berbintang di Medan.

Nah, yang tak boleh Anda lewatkan adalah karaoke nya. Dengan sound yang sudah mumpuni, serta lagu yang dimainkan menggunakan aplikasi youtube di layar  TV LCD 42 inci, pelanggan bisa menyanyi sepuasnya. Tentunya, GRATIS!

Tempat wisata kuliner yang juga menyediakan FREE WIFI ini buka tiap hari mulai dari pukul 11.00 wib sampai 12.00 wib. Khusus Sabtu dan Minggu, tempat ini beroperasi lebih lama lagi. “Tentunya tergantung kehadiran tamu,” ujar Eric, Asisten Manajer Warung Raisha.(red/moc)

Teks foto : Grand Opening warung Raisha

Bank Indonesia Terbitkan Ketentuan Transaksi DNDF

By On September 28, 2018

Medan (SP) - Bank Indonesia menerbitkan ketentuan mengenai transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dalam rangka mendukung upaya meningkatkan stabilitas nilai tukar Rupiah, mempercepat pendalaman pasar valuta asing domestik dan memitigasi risiko nilai tukar rupiah.

"Penerbitan ketentuan ini ditujukan untuk memberikan alternatif bagi pelaku ekonomi dalam melakukan lindung nilai di pasar valuta asing domestik, melengkapi instrumen lindung nilai yang sudah ada saat ini. Hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan keyakinan bagi eksportir, importir serta investor dalam melakukan kegiatan ekonomi dan investasi melalui kemudahan transaksi lindung nilai terhadap risiko nilai tukar rupiah," kata Direktur Eksekutif, Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman kepada wartawan belum lama ini.

Ketentuan yang mengatur mengenai transaksi Domestic Non-Deliverable Forward  (transaksi DNDF) ini dituangkan dalam PBI No. 20/10/PBI/2018 tentang Transaksi Domestic Non-Deliverable Forward.

"Melalui penerbitan ketentuan ini, pelaku ekonomi yang memiliki risiko nilai tukar rupiah dapat melakukan transaksi DNDF untuk keperluan lindung nilai. Sebelum aturan ini diterbitkan, transaksi forward dilakukan melalui pemindahan dana pokok secara penuh. Dengan terbitnya ketentuan ini, pelaku pasar yang memiliki underlying transaksi tertentu dapat melakukan transaksi DNDF yaitu transaksi derivatif valuta asing terhadap rupiah yang standar (plain vanilla) berupa transaksi forward dengan mekanisme fixing yang dilakukan di pasar domestik," sambungnya.

"Mekanisme fixing adalah mekanisme penyelesaian transaksi tanpa pergerakan dana pokok dengan cara menghitung selisih antara kurs transaksi forward dan kurs acuan\pada tanggal tertentu yang telah ditetapkan di dalam kontrak (fixing date). Kurs acuannya menggunakan JISDOR untuk mata uang dollar AS terhadap rupiah dan Kurs Tengah Transaksi BI untuk mata uang non-dollar AS terhadap rupiah. Penyelesaian transaksi DNDF tersebut wajib dilakukan dalam mata uang Rupiah," tuturnya.

"Sebagai bentuk mitigasi risiko, perbankan domestik wajib menerapkan manajemen risiko sesuai aturan otoritas terkait, memberikan edukasi bagi nasabah dan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan konsumen. Ketentuan ini berlaku efektif pada saat diterbitkan," terang Agusman(reza/rel)

Sumber foto : internet

Warga Patumbak Diduga Dibacok Perampok

By On September 27, 2018

Patumbak (SP) - Bambang Hermanto (35), warga Jalan Patumbak-Deli Tua, Dusun 1, Gang Sempurna A, Desa Patumbak 1, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, terpaksa menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua, usai lolos dari perampokan sadis yang dilakukan dua Orang Tidak Kenal (OTK), ketika melintas di Jalan Tangkahan Batu, persisnya di atas Jembatan Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (26/9) malam, sekira pukul 20.00 WIB.

Kepada wartawan pada Kamis (27/9) pagi, sekira pukul 07.30 WIB, Bambang Hermanto didampingi istrinya, Hasnidartuti (30) menjelaskan. Malam itu sekira pukul 19.30 WIB, Bambang Hermanto yang bekerja sebagai karyawan di Perusahaan PT. Tani Mas Soap Industries, berada di Jalan Pertahanan Patumbak, Dusun ll, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, sedang beristirahat makan. Karena tidak membawa bekal makanan dari rumah, dan pulang kerjanya tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB, maka Bambang Hermanto minta izin kepada security perusahaan untuk keluar sebentar guna membeli sate ke Pajak Deli Tua. Dengan mengendarai sepeda motor miliknya, jenis Honda Lexy, warna abu-abu, dengan No. Pol. BK 3270 ABH. Bambang Hermanto pun pergi seorang diri menuju ke Pajak Deli Tua.

Namun, usai melewati jembatan Desa Sigara-gara, persisnya di perkebunan kelapa sawit milik warga, tiba-tiba muncul dua pria dari balik pohon kelapa sawit, dengan memakai helm, dan langsung membacok leher sebelah kanan Bambang Hermanto. Sadar, kalau dirinya sedang di incar oleh para perampok, Bambang Hermanto pun langsung tancap gas. Tetapi, para perampok itu terus saja mengejarnya, dengan mengendarai sepeda motor bebek milik mereka. Ternyata pengejaran yang dilakukan para perampok itu berhasil, dan langsung saja membacok lengan tangan sebelah kiri Bambang Hermanto.

Walau mendapat bacokan di leher dan tangan kirinya, serta darah segar membasahi sekujur tubuhnya, namun Bambang Hermanto tidak menyerah begitu saja, dia terus saja tancap gas, guna menyelamatkan nyawa dan sepeda motornya. Sesampainya di Pasar lll, Simpang Ampat, Desa Marindal 1, Kecamatan Patumbak, karena situasinya sangat ramai, sehingga para begal itupun tidak kelihatan lagi, dan hilang entah kemana, jelas korban sambil meringis menahan sakit.

Walau sudah terbebas dari perampokan oleh dua OTK itu, namun Bambang Hermanto terus saja melanjutkan perjalanannya, untuk menuju ke Rumah Sakit Umum Sembiring Deli Tua. Sesampainya di halaman pintu gerbang rumah sakit, Bambang Hermanto langsung jatuh pingsan, akibat banyak mengeluarkan darah dari luka bacok yang di deritanya. Sementara security rumah sakit yang melihat korban jatuh tidak sadarkan diri, dan melihat adanya luka di bagian leher dan tangannya, langsung saja memboyongnya masuk ke dalam bangunan rumah sakit guna mendapat pertolongan medis.

“Di leher suami ku mendapat 18 jahitan. Di tangan kirinya, mendapat 10 jahitan. Untung aja dia pake helm, kalo tidak mungkin kepalanya udah belah,” terang Hasnidartuti, istri korban. .

Lebih lanjut dikatakan Pasangan Suami Istri (Pasutri) itu, bahwa mereka belum membuat laporan pengaduan ke Polsek Patumbak, dikarenakan Bambang Hermanto belum dapat bergerak bebas. Namun, Pasutri itu mengaku akan membuat laporan ke polisi setelah keadaan Bambang Hermanto membaik.(tim)

Teks foto : korban saat dirumah sakit

P2TP2A Labuhanbatu Sosialisasikan Pelayanan Pengaduan Masyarakat

By On September 27, 2018

Labuhanbatu (SP) - Sesuai fungsi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupatén Labuhanbatu adalah satu wadah pasilitas layanan yang dipersiapkan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah melalui Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang melibatkan sejumlah lembaga pemerhati perempuan dan anak, Tenaga Advokasi, Fsikolog, Medist, Dinas Sosial, Kepolisian,  Kejaksaan serta Pengadilan. Menampung berbagai bentuk pengaduan masyarakat atas perlakuan tindak kekerasan di masyarakat.

"Terkait hal itu pula lembaga P2TP2A mensosialisasikan sistem/tata cara pengaduan masyarakat serta kemudahan kemudahan yang di persiapkan diberikan pada masyarakat yang sedang mengalami perlakuan tindak kekerasan terhadap Perempuan dan Anak pada lembaga P2TP2A tersebut dimulai dari upaya Pencegahan hingga penanganan korban," jelas Tuti Noprida.

Lanjut dikatakannya, sosialisasi tahun ini fokus dilakukan pada dua kecamatan yakni kecamatan Pangkatan dan Kecamatan Bilah Hulu di 15 desa sejak 17 September hingga 03 Oktober 2018 mendatang yang dipimpinnya selaku Kabid P2TP2A TUTI NOPRIDA S.Si Apt. MM beserta tim kelembagaan terkait yakni RAHMAT FAJAR  SITORUS (Tenaga Pendamping ), LINDA GUSWANA SH (Advokat) NIRMALA WATY KASI (Pemberdayaan Perempuan), SRI JUNERTY SKm (Kasi Data) INDRAWATY SINAGA  SP.Si.(LUPA /Fsikolog) NURJANNAH ST (Kasi Perlindungan Anak) adalah  benntuk program kegiatan diharapkan mampu memberikan pemahaman pada masyarakat atas Keberadaan dan fungsi P2TP2A.

Pada acara tersebut personil tim sesuai pungsinya juga memaparkan tentang pengenalan bagian tubuh yang tidak sembarangan tersentuh orang lain, jenis tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Jenis pelayanan dan Pasilitas yang dipersiapkan P2TP2A meringankan beban korban kekerasan dalam menghadapi masalah yang terjadi hingga pada pendampingan proses hukum.

Sambutan positif dari perangkat desa dimana dilaksanakannya sosialisasi sekaligus masyarakat peserta sosialisasi jelas terlihat dari  semangat yang menggebu.  tingginya minat ingin tau  pada sesi tanya jawab guna pemahaman  sebagai dasar menerapkan  kepedulian masyarakat untuk turut serta berpartisipasi mencegah tindak kekerasan terhadap  perempuan dan anak dimulai dari lingkungan terkecil.

"Desa Ku Harapanku," ucap Kepala Desa Sennah Kecamatan Pangkatan Horas dalam kata sambutannya, mengapresiasi Program Pemerintah atas dilakukannya sosialisasi ini dimasyarakat.

Kepala Desa juga berharap pada masyarakat yang diundang dan hadir pada acara ini untuk mampu mengembangkan informasi serta meningkatkan rasa kepedulian, turut serta berpartisipasi  dalam pencegahan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di lingkungan.

"Saya mengapresiasi dan terima kasih diadakannya program sosialisasi ini dimasyarakat desa saya dan saya berharap masyarakat juga memahami bahkan bersedia turut serta peduli lingkungan terdekat untuk pencegahan terjadinya berbagai tindak kekerasan bagi perempuan dan anak di desa kita ini karna kita sama berharap agar desa ini adalah desa harapan kita," ucapnya.

Terpisah Kepala Desa N6 Kecamatan Bilah Hulu P. Siregar juga sangat mendukung dilakukannya sosialisasi sistem pengaduan korban tindak kekerasan ini, menurutnya hal ini merupakan ilmu pengetahuan dan pemahaman yang bermanfaat bagi masyarakatnya kedepan untuk saling menjaga berpotensi mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di lingkungan desa yang dipimpinnya.

"Saya terima kasih atas dilakukannya sosialisasi tindak kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dimasyarakat desa kami, hal ini satu pengetahuan dan pemahaman perlakuan yang termasuk pada tindak kekerasan pada perempuan dan Anak," ujarnya menjelaskan.(hendro)

Teks foto : seusai acara berfoto bersama

Perasaan  Haru Disaat Hj.Ira Wartati Sampaikan Hal Ini

By On September 27, 2018

Labuhanbatu (SP) - Dalam hidup ini banyak sekali menyimpan rahasia baik itu pertemuan jodoh, rezeki maupun maut sekalipun, begitu pula siklus kehidupan yang harus dilakoni setiap manusia apalagi bagi seorang pegawai dan pimpinannya, semu itu tentuny sudah diatur oleh Allah swt tuhan semesta alam.

Hal inilah yang dirasakan khususnya anggota KPU, sekretaris dan seluruh staf sekretariat KPU Labuhanbatu, tiga priode memimpin dan bekerjasama Hj.Ira Wirtati pun meninggalkan jabatannya sebagai ketua KPU Labuhanbatu, dikarenakan beliau terpilih sebagai komisioner KPU Sumatera Utara priode 2018-2023.

Perasaan harupun turut mewarnai disaat Hj.Ira Wartati menyampaikan kesan dan pesan selama mengabdi dan memimpin di KPU Labuhanbatu, beberapa pegawai baik PNS maupun honorer turut menyampaikan hal tersebut sehingga suasana semakin pecah dengan bendungan air mata.

Ketua KPU Labubanbatu Ira mengatakan, jangan katakan ini sebuah perpisahan, seakan kita tidak bertemu lagi."Katakanlah sampai bertemu kembali sebab kita pasti bertemu dilain kesempatan," ungkap Ira kepada wartawan kemarin.(hendro)

Teks foto : Ketua KPU bersama Kadisdukcapil

Sofyandi Lubis : Mari Bersatu Walaupun Beda Pilihan

By On September 27, 2018

Medan (SP) - Aliansi Cinta Rakyat bersama Masyarakat Nelayan Deli Serdang melakukan aksi damai dan menyerukan "Mari bersatu walaupun beda pilihan sesuai cita-cita sumpah pemuda tahun 1928" dan kristisi berita hoax yang bisa memecah belah persatuan bangsa di kantor DPRD Sumatera Utara pada Kamis pagi (26/9) di gedung DPRD Sumut.

Sofyandi Lubis, Kordinator aksi kepada wartawan menyebutkan Aliansi Cinta Rakyat bersama masyarakat Nelayan Deli Serdang meminta tetap bersatu walau berbeda pilihan.

"Kepada DPRD Sumatera Utara harus membuat rekomendasi kepada Dewan Pers tentang pemberitaan salah satu Media di Medan yang cenderung tendensius kepada pemerintahan Jokowi -JK," kata Sofyandi.

"Kita tetap bersatu walau berbeda pilihan. Bahwa Kita Satu Tanah Air, Bangsa dan Bahasa Satu yaitu Indonesia. Diduga tentang adanya pemberitaan sebuah harian atau media kepada Dewan Pers menghasut/ menggiring opini untuk membenci kinerja pemerintah Jokowi - JK", papar Sofyandi Lubis.

"DPRD Sumatera Utara bersama Muspida Plus harus mengajak dialog seluruh pengusaha media untuk membuat berita yang benar tanpa ada pihak "Sponsor" yang menunggangi untuk kepentingan memecah belah, hasut, fitnah dan Hoax," tegasnya.

Sofyandi juga mengharapkan melalui aksi damai ini agar Calon Legislatif (Caleg) harus ada memiliki program untuk dapat merebut hati rakyat, bukan adu doktrin, apalagi Sara yang bisa menimbulkan perpecahan bangsa.

"Mari bersatu walaupun beda pilihan sesuai cita-cita sumpah pemuda tahun 1928, Kita Satu Tanah Air,  Bangsa, dan Bahasa Satu yaitu Indonesia," tutup Sofyandi Lubis. (tim)

Teks foto : massa saat melakukan aksi damai di gedung DPRD Sumut

Tinjau Peletakan Prasasti, Irjen Pol Agus Andrianto SH Ingin Dharma Bhakti untuk Masyarakat Sumut

By On September 27, 2018

Medan (SP) - Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH langsung melihat peletakkan prasasti Dharma Bhakti diruangan utama Mapolda Sumut pada Kamis (27/9/2018) sekira pukul 15:00 Wib.

Dalam prasasti itu tertulis 'Dharma Bhaktiku untuk masyarakat Sumatera Utara Medan 1 Oktober 2019 Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH'.

"Harapannya agar seluruh Polri yang bertugas di Sumatera Utara sesuai dengan bacaan di prasasti ini, kalau saya pastinya ingin Dharma Bhakti untuk masyarakat Sumatera Utara dan nantinya prasasti ini akan dijadikan tempat berfoto bersama dengan masyarakat Sumut atau para tamu," ujar Kapolda Sumut ketika melihat langsung peletakkan prasasti yang terbuat dari batu besar yang dipahat dan diletakkan pada akar kayu yang berusia puluhan tahun.

Informasi yang diterima wartawan, prasasti batu raksasa itu dipahat oleh seseorang yang ada di Kota Sibolga, Sumatera Utara, batu diambil dari tempat rekreasi Sembahe, Deli Serdang dan akar pohon besar merupakan akar pohon beringin dari Kabupaten Nias Selatan.(reza)

Teks foto : Kapolda Sumut saat melihat langsung proses peletakkan prasasti

Pelaku Curanmor Ditangkap Polres Pelabuhan Belawan. Ini Barang Buktinya

By On September 27, 2018

Medan (SP) - Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis SH MH didampingi Kapolsek Hamparan Perak, Danramil Hamparan Perak dan Kanit Reskrim Hamparan Perak melaksanakan kegiatan konferensi pers terkait pengungkapan kasus curanmor pada Rabu (26/09/2018).

Kasus curanmor yang terungkap terjadi di Pasar IV dan III Desa Klumpang Kebun Kecamatan Hamparan Perak dengan barang bukti berupa 14 unit sepeda motor, 28 plat TNKB dan 2 pucuk air softgun yang diduga dilakukan oleh tersangka yaitu Abdul Halim, Khairuddin Siregar, Herianto, Ramli dan Wijantoro.

Adapun peran masing masing terduga tersangka yaitu Khairuddin Siregar, Abdul Halim dan Herianto melakukan pencurian dengan kekerasan dengan sasaran sepeda motor dengan menggunakan 2 pucuk air soft gun. Sedangkan tersangka Ramli dan Wijantoro  berperan sebagai penghubung terhadap pembeli dan penadah," ungkap Kapolres.(sahar)

Teks foto : Kapolres Pelabuhan Belawan saat memaparkan pengungkapan kasus

Pimpin Anev Operasi Mantap Brata 2019, Kapolda Sumut : Optimalisasikan Polri Promoter

By On September 27, 2018

Medan (SP) - Pada Kamis 27 s/d Jumat 28 september 2018, Polda Sumatera Utara melaksanakan Anev Operasi Mantap Praja Toba 2018, meliputi bentuk kegiatan, personil dan anggaran dengan meperhatikan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan kepolisian yang menghasilkan masukan dan pertimbangan dalam pelaksanaan Operasi Mantap Brata 2019.

Pelaksanaan anev ini adalah untuk mewujudkan kemampuan Polri dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab Polri dalam menjalankan tugas pokok kepolisian melalui pengimplementasian pemolisian yang proaktif dan Profesional Modern dan Terpercaya (Promoter).

"Melalui upaya, dukungan dan tindakan nyata semua pihak diharapkan terwujud Optimalisasi Tindakan Kepolisian dalam  mencapai suatu visi dan misi, yaitu: “ Terwujudnya Polri yang makin profesional, moderen dan terpercaya guna mendukung terciptanya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong," kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto SH didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK dan Irwasda Kombes Pol Lilik.

Pada pelaksanaan kegiatan analisa dan evaluasi para nara sumber akan memberikan pengetahuan, informasi, masukan serta pentelaahan kegiatan sehubungan dengan Operasi Mantap Praja Toba 2018.

"Tahun 2018-2019 merupakan tahun politik, untuk itu perlu upaya dan tindakan kepolisian yang lebih mantap untuk itu perlu dilaksanakan analisa dan evaluasi khususnya terhadap Pelaksanaan Operasi Mantap Praja Toba 2018 sehingga dihasilkan masukan dan pertimbangan untuk memantapkan strategi pelaksanaan pengamanan pada Operasi Mantap Brata 2019," tuturnya.

Adapun peserta dalam kegiatan ini yaitu Pejabat Utama Polda Sumut, Polrestabes dan Polres Jajaran Polda Sumut, Narasumber Internal dan Eksternal.

Pembicara dalam kegiatan ini yaitu pejabat Utama Polda Sumut, dari KPU Provinsi Sumut, Banwaslu Provinsi Sumut, Kakan Kesbang Provinsi Sumut dan mewakili Pangdam  I / BB.

"Harapan dari kegiatan ini yaitu tersosialisasinya arah kebijakan Polri Tahun 2018 bidang Pembinaan, dan Operasional. Peserta mengetahui perkembangan lingkungan strategis melalui analisa dan evaluasi yang dilaksanakan dan Hasil analisa dan evaluasi Operas Mantap Praja Toba 2018 menjadi masukan dan rekomendasi untuk pelaksanaan Operasi Mantap Brata Toba 2019," ujar Kapolda Sumut menjelaskan.(reza/rel)

Teks foto : Kapolda Sumut, Wakapolda, Irwasda, PJU Polda Sumut dan pembicara

Tersengat Listrik di Atap Rumah, Pegawai Warung Sate Tewas

By On September 26, 2018

Medan (SP) - Pegawai warung Sate Doni Haryanto (34) warga Jalan Karya Tani, Medan Johor ditemukan tewas tersengat aliran listrik diatap seng rumah milik tokenya, Agustiar Amir di Jalan Karya tani No 11 B, Medan Johor, Rabu (26/9) pukul 09.30 WIB.

Kapolsek Delitua Kompol BL Malau mengatakan, jenazah Doni ditemukan oleh seorang tukang, bernama Manto (60) warga Jalan Pertahanan, Patumbak saat akan membetulkan atap rumah tersebut yang bocor.

"Di duga korban meninggal karena tersengat aliran listrik di atas atap seng rumah milik Warga," ungkapnya kepada wartawan.

BL Malau menjelaskan, saat ditemukan, kondisi jenazah Doni, dalam posisi tergeletak diatas seng. Melihat itu, kemudian Manto melaporkannya ke supir pemilik rumah, Abdul Kadir (56) warga Jalan Karya Amal, lalu diteruskan ke Amir.

"Sesuai keterangan pemilik rumah, korban memang benar adalah karyawannya. Sebelum ditemukan, korban sudah tidak terlihat sejak Selasa (25/9) pukul 17.00 WIB dan tidak diketahui keberadaannya," jelasnya.

Lebih lanjut, BL Malau menerangkan, berdasarkan hasil pengecekan pada tubuh korban, yang dilakukan oleh tim identifikasi, tidak ditemukan tanda tanda kekerasan. Namun pada tangan kanan korban terlihat bekas luka terkena aliran listrik.

"Usai dievakuasi, jenazah korban lalu dibawa ke RS Bhayangkara. Keluarga korban tidak bersedia dilakukan otopsi," jelasnya.(tim)

Teks foto : korban diduga tersengat aliran listrik

Ditemukan di Kab Simalungun, 1 Dari 4 Tahanan Kabur Ditembak Polsek Patumbak

By On September 26, 2018

Medan (SP) - Polsek Patumbak berhasil menangkap satu dari empat tahanan yang kabur dari ruang tahanan Markas Komando (Mako) Polsek Patumbak pada Kamis (20/9/2018) sekitar pukul 05:00 di Jalan Lintas Parapat, Simpang Bolon Gagak Hitam, Cafe Rembulan Kec Parapat, Kab Simalungun.

Informasi yang dihimpun, adapun tahanan terduga kasus narkoba yang kabur tersebut inisial MI (20) warga Jalan Raharjo, Tembung. MI dilakukan tindakan tegas terukur (ditembak) pada bagian kakinya karena mencoba melarikan diri.

"Awalnya kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa tahanan yang lari dari ruang tahanan Polsek Patumbak, Ganong bersembunyi di Cafe Rembulan di Parapat, kemudian tim berangkat menuju Prapat dan melakukan penyelidikan ke cafe tersebut dari hasil Lidik benar tahanan tersebut bersembunyi di kafe tersebut, tim langsung melakukan penangkapan selanjutnya tahanan tersebut diboyong ke Medan," ujar Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar SIK kepada wartawan ketika dikonfirmasi melalui selularnya.

Namun, sesampai di Medan, dan hendak dilakukan pengembangan untuk tahanan yang Lainya yang juga melarikan diri. Ganong merontah dan melarikan diri.

"Saat akan menunjukkan tempat tahanan lainnya, Ganong merontah dan melarikan diri, kemudian tim langsung melakukan tembakan peringatan. Tapi Ganong tidak menghiraukan selanjutnya tim melakukan penembakan dengan terarah dan terukur di kaki sebelah kanan selanjutnya tahanan diboyong ke RS Bhayangkara guna dilakukan perobatan," terang Kapolsek.

Lebih lanjut Kapolsek Patumbak menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan atas tahanan yang kabur.

"Ada tiga lagi yang belum ditangkap, kita harapkan agar keluarga tahanan bisa memberikan informasi keberadaan tahanan yang kabur tersebut atau menyerahkannya jika mengetahui keberadaanya. Kita (Kepolisian) juga mohon kerjasama dari masyarakat, apabila ada yang mengetahui keberadaan para pelaku yang melarikan tersebut, segera melaporkannya ke Mapolsek Patumbak atau kantor kepolisian terdekat," ujarnya menjelaskan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Empat tahanan atas kasus dugaan narkoba disebut-sebut melarikan diri dari Mapolsek Patumbak pada Kamis (23/8/2018) dini hari.

Informasi yang dihimpun wartawan, adapun pada saat kejadian, ada penyidik yang bertugas (piket). Awalnya penyidik ini memberikan izin kepada empat tahanan dugaan kasus narkoba yang salah satunya disebut-sebut lelaki berinisial H dengan barang bukti narkoba diduga jenis Shabu seberat 500 gram (setengah kilo) ini untuk mandi. H diamankan di Pool ALS warga Provinsi Aceh pada Senin 6 Agustus 2018 sekira pukul 18:00 Wib.

Kemudian, usai memberi izin kepada para tahanan, rupanya penyidik piket ini diduga lupa dan meninggalkan para tahanan ini di kamar mandi Polsek Patumbak.

Merasa mendapat angin segar dan aman, para tahanan ini memilih melarikan diri dengan melompati pagar tempat penyimpanan barang-bukti.(reza)

Teks foto : Pihak kepolisian bersama MI saat dirumah sakit

Gara-gara Uang 3 Ribu, Lisda Dianiaya Suami

By On September 26, 2018

Deli Tua (SP) - Dengan wajah memar, dan mata sebelah kirinya membengkak dan memerah, Lisda boru Sirait (35), terpaksa mendatangi Polsek Deli Tua, guna melaporkan kekejaman suaminya, JHJS (35), pada Selasa (25/9) siang.

Kepada petugas kepolisian, Ibu Rumah Tangga (IRT), yang sudah mempunyai dua putra hasil pernikahanya dengan sang suaminya itu mengaku, bahwa dirinya dianiaya oleh suaminya.

Peristiwa penganiayaan itu dilakukan sang suami pada Selasa (25/9) pagi, sekira pukul 08.00 wib. Saat itu anak pertama Pasangan Suami Istri (Pasutri) itu minta uang jajan sebesar Rp.3 ribu kepada ibunya. Namun,  karena ibunya tidak mempunya uang Rp 3 ribu, Lisda Boru Sirait pun menyuruh anaknya agar meminta kepada ayahnya. Namun, ayahnya mengatakan, kalau dirinya tidak mempunyai uang Rp. 3 ribu, dan menyuruh anaknya agar minta kepada ibunya.

Selanjutnya sang anak, kembali meminta kepada ibunya, namun karena anaknya terus saja mendesak minta uang Rp. 3 ribu, membuat sang ibu marah kepada anaknya. Sementara sang ayah yang mendengar anaknya di marahi oleh istrinya tidak senang, dan langsung mendatangi istrinya yang sedang mencuci pakaian, serta memarahinya. Karena tidak senang dimarahi oleh sang suaminya, maka Lisda Boru Sirait pun melawannya, sehingga terjadi cek-cok mulut diantara Pasutri tersebut.

Sementara JHJS yang kesal melihat istrinya melawan, langsung emosi dan menganiaya dengan cara meninju bagian wajahnya, sehingga istrinya mengalami memar di mata sebelah kiri, dan lembam pada wajahnya. Selain meninju wajah istrinya, ternyata pelaku juga menginjak-injak kepala korban, sehingga kepala korban mengalami benjol. Sementara warga sekitar yang mendengar jeritan korban, langsung berdatangan dan melerai penganiayaan yang dilakukan JHJS terhadap istrinya. Atas kejadian itu, Lisda Boru Sirait pun tidak senang, dan mengadu ke Polsek Deli Tua.

Kapolsek Deli Tua Kompol BL Malau, saat di konfirmasi wartawan membenarkan, terkait laporan Lisda Boru Sirait yang dianiaya suaminya. (tim)

Teks foto : korban

Berkunjung Kerumah Abang Kandungnya, Erwin Sitorus Berdarah Dianiaya

By On September 26, 2018

Deli Tua (SP) - Dengan wajah berlumuran darah, Erwin Sitorus (38), warga Desa Namorambe, Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang, mendatangi Polsek Deli Tua, guna membuat laporan pengaduan, Selasa (25/9) dinihari, Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsek Deli Tua, Erwin Sitorus mengaku di aniaya AS CS, ketika berada di rumah abangnya.

Informasi di kepolisian menyebutkan, kejadiannya bermula ketika Erwin Sitorus datang ke rumah abang kandungnya, yang bernama Efendi Sitorus, berada di Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, pada Senin (24/9) malam, sekira pukul 22.00 wib. Sesampainya di rumah abangnya, Erwin pun duduk-duduk di teras rumah abang kandungnya. Namun, tak lama berselang, datang pula tetangga abangnya yang sudah lama dikenalnya, yakni AS bersama temannya, dalam keadaan sempoyongan (mabuk).

Karena sudah lama mereka saling mengenal, maka Erwin Sitorus pun prihatin melihat AS. Sebab, sudah sejak lama temannya itu tidak juga mau bertaubat, dan masih tetap seperti yang dulu, masih senang minum-minuman keras dan mabuk-mabukan. Maka Erwin Sitorus pun mencoba untuk menasihatinya, agar AS tidak minum-minuman keras lagi.

Mendapat nasihat dari Erwin Sitorus, bukannya sadar, namun AS malah emosi, dan memaki-maki Erwin Sitorus. Mendapat makian dari AS, Erwin Sitorus pun langsung mencekik leher AS, dan menampar pipinya. Mendapat perlakuan kasar seperti itu, tentu saja AS tidak terima, diapun naik pitam dan langsung menganiaya Erwin Sitorus dengan menggunakan kayu dan batu, bersama teman-temannya, hingga Erwin Sitorus terkapar bersimbah darah, dengan luka di kepala dan wajah.

Warga yang melihat kejadian itu, langsung saja melerainya, sehingga nyawa Erwin Sitorus dapat terselamatkan. Sementara AS Cs langsung meninggalkan korban begitu saja. Sedangkan warga menemani korban ke Polsek Deli Tua, guna membuat laporan pengaduan.

Sementara Kapolsek Deli Tua, Kompol BL Malau melalui petugas SPKT ketika di konfirmasi wartawan terkait pengaduan korban penganiayaan membenarkan, bahwa Erwin Sitorus telah membuat laporan penganiayaan.

"Benar bang, korban tadi telah melapor. Saat ini korban sedang berada di rumah sakit, untuk melakukan visum at revertum, guna melengkapi berkas perkaranya," terang petugas. (tim)

Teks foto : Erwin Sitorus

Terduga Pelaku Penjualan Anak Dibawah Umur Diungkap Polsek Medan Kota

By On September 26, 2018

Medan (SP) - Pegasus Polsek Medan Kota mengamankan 1(satu) orang laki-laki dan wanita yang pelajar/di bawah umur diduga melakukan tindak pidana Trafficking di Hotel Danau Toba Jalan Imam Bonjol Medan pada Selasa (25/9/2018) sekira pukul 22.30 wib

Adapun kedua terduga pelaku ini yaitu inisial MAS (18) warga Jalan Mandala/Jl.Selam No.32 Kel.Tegal Sari Mandala I Kec.Medan Denai dan wanita inisial NYL (18) warga Jalan Pembangunan III Karakatau. Sedangkan wanita yang diduga dijual yaitu SCS (16) pelajar beralamat di Jalan Pembangunan III No.25 Kec.Glugur Barat II.

"Barang bukti yang diamankan dari terduga pelaku yaitu dua buah Handphone dan dua unit Sepeda Motor," kata Kapolsek Medan Kota Kompol Revi SIK kepada wartawan pada Rabu (26/9/2018) siang.

Awalnya, pihak kepolisian mendapatkan informasi akan adanya dugaan praktek penjualan orang/perempuan dengan harga Rp 12 juta.

"Wanita pelajar tersebut di bandrol/dihargai Rp.12.000.000, setelah deal harga bernegosiasi via telepon, terduga tersangka  selanjutnya memesan kamar hotel dan tak lama kemudian kita (pihak kepolisian) langsung mengamankan terduga tersangka dan korban, selanjutnya pada saat di introgasi mereka mengakui perbuatannya di mana uang hasil dari transaksi tersebut hendak ingin di bagi bagi rata, akibat kejadian tersebut maka terduga dan korban beserta barang bukti di boyong ke Mako untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Kapolsek menjelaskan.(reza)

Teks foto : korban

Ribuan Parbetor Deklarasi Pemilu 2019 Damai di Mapolda Sumut. Ini Respon Kapolda

By On September 25, 2018

Medan (SP) - Ribuan penarik becak bermotor (Parbetor) yang tergabung di Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (Satu) mendatangi Mapolda Sumut pada Rabu (26/9/2018) sekira pukul 09:00 Wib. Kedatangan massa untuk mendeklarasikan Pemilihan Umum (Pemilu) Damai Tahun 2019 mendatang.

Johan Merdeka selaku ketua aksi dengan tegasnya mengatakan bahwa seluruh penarik becak bermotor bersedia mewujudkan persatuan bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."Kami tidak akan mau dipecah belah," kata Johan.

Selanjutnya, dalam deklarasi Pemilu damai Tahun 2019 mendatang yaitu bahwa penarik becak bermotor siap menjadi pelopor Mitra Kamtibmas bersama kepolisian.

"Kami dari Satu siap menjadi penjuru terdepan untuk mewujudkan stabilitas Kamtibmas selama masa Pemilu 2019 dan sepanjang masa," ungkap Johan menegaskan.

Tak lama, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto SH didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto SIK dan Pejabat Utama (PJU) Polda Sumut mendatangi massa Parbetor dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh penarik becak bermotor yang turut serta mendukung Pemilu 2019 aman dan damai.

"Kedatangan seluruh penarik becak bermotor untuk mendeklarasikan Pemilu Damai Tahun 2019 mendatang, kita berharap agar elemen-elemen yang lain juga mendukung Pemilu damai, karena tahun 2019 juga diselenggarakan Pemilihan Legislatif maupun Dewan Perwakilan Daerah," kata Kapolda Sumut.

Selain itu, Kapolda Sumut meminta agar seluruh penarik becak bermotor dapat mematuhi lalulintas dan menjaga ketertiban lalulintas.

"Saya yakin kemacetan di Kota Medan dapat diatasi dengan kerjasama bersama. Mari abang-abang penarik becak bermotor saling mematuhi lalulintas," ujar Kapolda Sumut menjelaskan.

Dilokasi, penarik becak bermotor mengeluhkan nasib mereka. Adapun keluhan ataupun aspirasi dari parbetor yaitu mengenai adanya angkutan berbasis online dan belum memiliki BPJS Kesehatan.

Mendengar itu, Kapolda Sumut mengatakan akan meminta data-data dari Parbetor dan akan dikomunikasikan kepada Pemerintahan daerah, Pemerintah kota maupun Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara.

"Nantinya kita (kepolisian) akan mendorong Pemko Medan, Pemda Deli Serdang maupun Pemprovsu melalui dinas sosial agar mendata para penarik becak bermotor. Karena setahu saja BPJS Kesehatan merupakan program pemerintah, nantinya apabila ada yang belum mendapatkan BPJS Kesehatan akan kita dorong agar dapat memperolehnya sedangkan untuk angkutan berbasis online, nantinya akan kita diskusikan dengan pihak-pihak terkait (Dinas Perhubungan, Pemko maupun Pemprovsu dan lainnya)," ujar Kapolda Sumut menjelaskan.(reza)

Teks foro : Kapolda Sumut menerima kehadiran massa dari SATU

Terduga Pelaku Pungli Ditangkap Polsek Kotapinang

By On September 25, 2018

Labusel (SP) - Polsekta Kotapinang menangkap terduga pelaku pengutipan liar terhadap angkutan/mobil barang didepan Toko Buana Indah Kotapinang pada Selasa (25/9/2018) sore.

Adapun terduga pelaku yang diamankan yaitu Rivan Martin (40) warga Jalan Bukit Kotapinang Kel. Kotapinang Kec. Kotapinang Kab. Labuhanbatu Selatan.

"Barang bukti yang diamankan yaitu satu Lembar uang pecahan Lima ribu, satu lembar kwitansi kosong yang terdapat setempel salah satu organisasi. Selanjutnya terduga pelaku kita arahkan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan di kembalikan kepada keluarga," Kata Kapolsek Kotapinang Kompol M Sitanggang menjelaskan kepada wartawan.(hendro)

Teks foto : terduga pelaku saat diinterogasi petugas kepolisian

Polisi Robek Alquran di Medan Divonis 1,4 Tahun Penjara

By On September 25, 2018

Medan (SP) - Brigadir Tomi P Danil Hutabarat oknum Polri bertugas di Dokkes Polrestabes yang diduga tersandung kasus merobek-robek AL-Qur'an dan lalu membuangnya ke dalam parit di Mesjid Nurul Iman Rumah Sakit Adam Malik beberapa bulan lalu, divonis selama 1,4 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan pada Selasa (25/9) sore.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Tomi selama 1 tahun dan 4 bulan penjara," ucap Ketua Majelis Hakim, Sabarulina Ginting.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 8, PN Medan itu Majelis Hakim juga menyebutkan perbutan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 156a huruf a.

Menyikapi vonis tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marthias menyatakan terima. Vonis itu sendiri sama dengan tuntutan JPU yakni selama 1,4 tahun penjara.

Sementara itu, Ketua GNPF MUI Sumut, Heriansyah SAg diwawancarai wartawan seusai sidang mengatakan sangat kecewa dengan vonis tersebut. "Vonis hakim tidak memenuhi rasa keadilan. Kalau sesuai dengan pasal yang didakwakan ancamannyakan diatas 5 tahun penjara. Tapi kenapa tuntutan jaksa dan vonis hakim sangat rendah," sesalnya.

Untuk itu, diapun berharap agar Kapolri melalui Kapolda Sumut memberikan sanksi pemecatan terhadap terdakwa sebagai anggota Polri. "Dari institusi juga harus ada sanksinya. Supaya kedepannya jangan ada oknum polisi seperti terdakwa ini lagi," tutupnya.

Seperti diketahui pengoyakan alquran itu terjadi di Mesjid RSUP H Adam Malik Medan pada 10 Mei 2018 lalu. Saat itu terdakwa yang terakhir bertugas di Dokkes Polrestabes Medan itu sedang menemani istrinya persalinan. Mengaku mendapat bisikan gaib, terdakwa pun masuk ke dalam mesjid dan diduga mengoyak alquran lalu membuangnya ke dalam parit. Setelah itu terdakwa pergi.

Melihat itu, petugas mesjid langsung mengecek CCTV dan melaporkannya ke polisi. Hingga akhirnya terdakwa ditangkap dan diadili. (tim)

Teks foto : Terdakwa seusai sidang

Meledak, Ruang Genset di Rutan Tanjung Gusta Medan Terbakar

By On September 25, 2018

Medan (SP) - Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1Tanjung Gusta Medan sontak heboh mendengar suara ledakan keras bagaikan bom diiringi seburan api berasal dari Ruangan genset yang terbakar, Selasa (25/9) sore.

Kassubsi Adminiatrasi Rutan Kelas I Medan, Jaka Manurung saat dikonfirmasi mengatakan penyebab kebakaran diduga akibat korsleting pada mesin genset yang terlalu lama digunakan jam pemakaiannya. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Iya genset yang terbakar. Tapi tadi pagi mati lampu, dipaksa nonstop gak tahan gensetnya. Akhirnya meledak," ucap Kassubsi Adminiatrasi Rutan Kelas I Medan, Jaka Manurung

Menurut Jaka, mesin genset dinyalakan karena kawasan rutan mengalami jadwal pemadaman listrik bergilir dari PLN. Mesin genset dinyalakan dari Jam 09.00 pagi hingga sore hari. Namun karena mesin terlalu panas, terjadi korsleting dan mengalami ledakan.

"Sekarang apinya sudah padam. Tidak ada korban jiwa, hanya ruangan gudang saja yang terbakar. Kita tadi dibantu petugas pemadam dan petugas dari Polsek Helvetia untuk memadamkan apinya," ujarnya menjelaskan.(tim)

Teks foto : ruangan yang terbakar

Contact Form

Name

Email *

Message *