HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Pembunuhan di Desa Bangun Sari, Pelaku Buang Tubuh Ibu dan Anak ke Sungai Kondisi Hidup

pelaku Rio saat diinterogasi Kapolda Sumut dan Dirreskrimun Polda Sumut 
Medan (SP) - Para pelaku awalnya datang kerumah korban dan berpura-pura meminjam uang, setelah korban (Muhajir) keluar kamar, kemudian pelaku Agus langsung masuk kerumah. Didalam rumah Agus langsung mengancam akan membunuh Muhajir. Agus merupakan tetangga Muhajir.

Hal itu dikatakan Rio, salah satu pelaku saat diinterogasi petugas kepolisian di rumah sakit Bhayangkara Medan pada Senin (22/10/2018) sore.

"Kami (Rio dan Agus) merencanakan akan membunuh Muhajjir dua hari sebelum kejadian (berkisar Jumat 5 Oktober 2018), saya ikut perintah Agus, karena Agus merasa kesal dan dendam dengan korban yang selalu menghina. Istri Muhajir (Suniarti) juga menghina Agus dengan sebutan 'gerombolan gajah' badan kami besar makanya dihina begitu. Lantas pada hari Jumat kami menyusun rencana akan membunuh Muhajir," kata Rio, pelaku pembunuhan satu keluarga saat diinterogasi Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto SH dan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian SIK.

Kemudian, sesuai rencana, para pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan untuk meminjam uang.

"Kami melakukan aksi itu pada Sabtu 6 Oktober 2018 sekira pukul 23:00 Wib, Disitu awalnya Agus beralasan meminjam uang dengan Muhajir, lalu Agus masuk kerumah korban. Sampai didalam rumah, Agus langsung mengancam Muhajir dengan senjata api (senpi). Tak lama saya kemudian masuk juga, disitulah Muhajir ditikam dan dipukul (ditokok) pakai gagang senpi," ujarnya.

Setelah menikam Muhajir dan memukulnya pakai gagang senpi, Suniarti (Ibu) dan Solihin (anak) keluar dari dalam kamar untuk mememui ayahnya. Melihat Ibu dan anak ini, kedua pelaku pun menjadi kebingungan.

"Melihat itu, lalu Agus memerintahkan saya agar menangkap Ibu dan Anak itu, lalu saya melakban mulut dan wajah mereka berdua. Seusai melakban keduanya, lalu Agus memerintahkan agar Dian membawa mobil kelokasi, kemudian saya dan Agus memasukkan ketiganya kedalam Goni dan berencana membuang ketiganya kesungai," sambung Rio.

"Menurut keterangan pelaku R bahwa korban Muhajir ditikam dan ditokok gagang senjata api, kemudian tak lama keluarlah Ibu dan anak, kemudian para pelaku sempat mencekik leher keduanya," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto SH didampingi Dirreskrimum, Kombes Pol Andi Rian SIK.

Menurut pengakuan pelaku Rio, bahwa Suniarti dan Solihin dibuang ke Sungai dalam kondisi masih hidup pada Minggu 7 Oktober 2018 sekira pukul 03:00 dini hari.

"Jadi saat dilakukan visum ataupun otopsi laboratorium forensik dirumah sakit Bhayangkara Medan pasca ditemukan di sungai di Kabupaten Batubara, ada rembesan air dan pasir pada paru-paru korban," ungkap Kapolda Sumut.

Lanjut Kapolda Sumut menjelaskan bahwa jasad para korban ditemukan ditempat dan waktu yang berbeda.

"Awalnya ditemukan jasad Muhajir pada tanggal 11 Oktober, lalu tanggal 14 jasad Solihin berjarak 7 kilo dari lokasi pembuangan mayat dan tanggal 17 Oktober ditemukan jasad Ibunya (Suniarti) di Kabupaten Batu Bara," terang Kapolda Sumut.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini, pihak kepolisian menetapkan empat orang tersangka yaitu Yayan, Dian, Rio dan Agus.

"Karena melakukan penyerangan terhadap petugas, A akhirnya ditembak dan akhirnya tewas, sedangkan R ditembak pada bagian kakinya karena mencoba melarikan diri. A dan R ditangkap di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dian ditangkap sebelum R dan A ditangkap dan Yayan masih dilakukan pemeriksaan di Polres Deli Serdang" sambung Kapolda Sumut.

Selain mengamankan para tersangka, pihak kepolisian juga turun mengamankan barang bukti lainnya, diantaranya senjata tajam digunakan pelaku membunuh Muhajir (ayah), satu unit mobil yang digunakan para pelaku untuk membuang mayat ke sungai dan senjata api (Senpi) rakitan.

"Para tersangka dipersangkakan melanggar pasarl 338 KUHP dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara," terang Kapolda Sumut.

Berita sebelumnya, telah terjaring pembunuhan satu keluarga beralamat di Desa Bangun Sari, jasad satu keluarga ditemukan terapung di Sungai. Diantaranya Muhajir (ayah) dan putranya ditemukan di aliran sungai Blumei, Deli Serdang, sedangkan jasad istrinya ditemukan di Kabupaten Batubara.(reza)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *