HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Dinas Pertanian Gelar Program PSR untuk Petani Labuhanbatu, Ini Persyaratannya

Labuhanbatu (SP) - Pemkab Labuhanbatu menggelar Program PSR, melalui Dinas Pertanian, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ini bertujuan untuk menebang pohon kelapa sawit tua dan menanam ulang untuk meningkatkan efektivitas masyarakat dan industri setempat.

Hal itu dikatakan oleh Kadis Pertanian Agus Salim Ritonga, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Rabu (31/10/18) kemarin.

"Program ini diluncurkan perdana di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan pada 13-Oktober-2017 dan disusul di Serdang Bedagai, Sumatera Utara pada 27-Oktober-2017. Pembiayaan pelaksanaan peremajaan ini menggunakan dana pungutan ekspor produk sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan Alokasi sebesar Rp 25 juta per Hektar," katanya.

Dana Ini dikombinasikan dengan dana swadaya petani serta dapat dikombinasikan juga dengan dana perbankan atau sumber pendanaan lain yang dapat meringankan beban petani. Karena dengan dana Rp.25 juta tidak mencukupi sampai tanaman menghasilkan, sehingga kekurangan dana tersebut harus dipenuhi oleh petani.

Dalam hal ini pencairan dana peremajaan dilaksanakan oleh kelembagaan pengusul (kelompoktani/Gapoktan atau Koperasi) sesuai dengan perkembangan pekerjaan peremajaan tanaman.

Petani yang mengikuti program, dipastikan memenuhi aspek legalitas lahan, sementara yang belum memenuhi dibantu menyiapkan legalitasnya.

Pelaksanaan Peremajaan dilakukan dengan prinsip ustainability, antara lain, lokasi lahan yang sesuai, pembukaan lahan yang memenuhi kaidah konservasi, penerapan budi daya yang baik pengelolaan lingkungan, kelembagaan, untuk satu KK petani diperbolehkan mengusulkan peremajaan maksimal 4 hektar.

"Kabupaten Labuhanbatu sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi perkebunan kelapa sawit, untuk tahun ini memiliki target seluas 1500 hektar untuk dilaksanakan peremajaan. Tentunya kepada petani perkebunan dan kelembagaan petani yang berminat agar dapat aktif menjemput pelaksanaan program ini," sebutnya.

Sedangkan persyaratan mengikuti program PSR tersebut antara lain, Petani Perkebunan
1.WNI usia minimal 17 tahun atau sudah berkeluarga, 2. Usia Kebun – 25 Tahun produktivitas – 10 Ton/ha/thn, 3. Tergabung dalam kelompok tani/Gapoktan atau Koperasi. 4. Scan KTP (surat keterangan domisili dari dukcapil). 5. Scan Kartu Keluarga. 6. Legalitas Lahan (Scan SHM/SKT/Sporadik/Girik dan surat keterangan). 7.Surat Tanda Daftar usaha Budidaya Perkebunan (STDB) di fasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu. 8 .Scan Buku Tabungan (untuk Labuhanbatu BNI 46 dan difasilitasi oleh Dinas Pertanian Dalam hal pembukaan rekening baru) 9. Surat Kuasa Pencairan Dana kepada Kelompok tani/Gapoktan atau Koperasi.

Lalu Pengusulan kelompok tani/Gapoktan atau Koperasi yaitu 1. Legalitas Kelembagaan Pekebun. 2. Laporan Rapat Akhir Tahun (RAT) dan Struktur Organisasi. 3. Surat Permohonan Dana Bantuan. 4. Peta areal ber koordinat. 5. Rancangan Anggaran Biaya (RAB) Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Tanaman Menghasilkan Tahun Pertama (TM I) sampai dengan Tanaman Menghasilkan Tahun Keempat (TM IV) 6. Metode Peremajaan Tumbang Serempak. 7. Surat Perjanjian Ketersediaan bibit bersertifikat. 8. Kerjasama Jual Beli TBS/Offtaker (Perusahaan Mitra Pelaksana Peremajaan /PKS). 9. Offering Letter (Surat permohonan kemitraan dengan Offtaker). 10. RKP3KS (Rencana Kerja Pembiayaan Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit).

"Program nasional ini dapat dilaksanakan di Kabupaten Labuhanbatu," ucap Kepala Dinas Pertanian Labuhanbatu, Agus Salim Ritonga menjelaskan.(hendro)

Teks foto : Kadis Pertanian

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *