HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Polemik Jurnalis Moltoday.com, Ketua DPD Partai berkarya Gunungsitoli : Masalah Harus Diselesaikan

Kapolres Nias menerima dokumen 
Gunungsitoli (SP) - Aliansi Pers LSM Aktivis Bersatu Indonesia (Apresiasi) menemui Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan SIK pada Jumat (23/11/2018) sekira pukul 17:00 Wib. Apresiasi datang bersama Ketua DPD Partai Berkarya Kota Gunungsitoli, Faa Mendrofa serta didampingi Pengacara James Harefa.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan bukti-bukti pendukung yang dimiliki atas pelaporan YYG,  Jurnalis Media Online Moltoday.com di Kepulauan Nias.

Menurut Kapolres, kasus yang menjerat YYG akan diekspos dalam beberapa hari ke depan. Demikian juga kasus yang didasari pengaduan Agusmulia Tafona’o dan laporan pengaduan masyarakat YYG sedang ditindaklanjuti.

“Dalam hal ini, tentu proses demi proses dilakukan secara bertahap sesuai aturan yang ada,” jelas AKBP Deni Kurniawan yang didampingi Kasat Reskrim AKP Jonista Tarigan.

Deni Kurniawan menjelaskan, menangani sebuah kasus tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih dalam melakukan penyelidikan serta penyidikan yang butuh waktu dan materi. Ia mencontohkan Laporan Lo’ozaro Zebua yang sudah mengahabiskan dana sekitar Rp50 juta.

“Sekarang kasus tersebut sudah di-SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan),” tutur lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2000 ini.

Kapolres mengakui, sebelumnya ia telah didatangi Suar Natal Waruwu alias Ama Anggi untuk memediasi. Namun sampai saat ini belum ada hasil. “Kasus ini dalam waktu dekat diekspos dan berkasnya dikirim ke Kejaksaan Negeri Gunungsitoli,” tegas Deni Kurniawan.

Faa Mendrofa meminta Kapolres Nias menuntaskan masalah tanpa persoalan. Sehingga kedua belah pihak sejuk, dan diharap menjadi salah satu motivasi ke depan.

“Baik kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, Gatimbowo Lase, maupun kepada rekan kami YYG,” kata pria akrab disapa Famend yang juga jurnalis senior di Kepulauan Nias.

Famend meminta Penyidik menunjukkan profesionalisme dalam menangani kasus yang menjerat YYG. Agar tidak menjadi preseden buruk terhadap kinerja Kapolres Nias di tengah publik. Seakan belum memberi perhatian dalam kasus dugaan penyuapan terhadap oknum jurnalis. Terlebih pengakuan YYG kepada sejumlah LSM dan jurnalis, jika GL yang memaksanya menerima sebuah amplop yang yang tidak diketahui apa isinya.

Setelah GL berhasil memaksa memasukkan amplop itu ke kantong celana YYG, sekejab diamankan pihak reserse Polres Nias.

“Lalu GL buru-buru naik ke mobilnya, Toyota Rush warna putih. Terkesan GL mengkondisikan perkara ini,” ungkap Famend.

Salah satu bukti ada indikasi GL mengkondisikan Polisi, terbukti saat perhitungan uang di tempat kejadian perkara senilai Rp 1.800.000. Tapi laporan GL di Polres Nias, uang itu senilai Rp 2.000.000. Hal itu menguatkan dugaan jika ada pengkondisian GL sebagai pelapor dengan pihak Polres Nias yang melakukan penangkapan langsung.

“Karena itu kita minta kepada Kapolres Nias, agar penanganan kasus ini profesional tanpa pandang sepihak. Kenapa kami sampaikan itu, karena sikap Kasat Reskrim AKP Jonista Tarigan terkesan kurang bersahabat dan bermatabat saat menyampaikan keterangan terhadap James Harefa selaku pengacara YYG,” ungkap Famend.

Koordinator Apresiasi, Last Kristian Wa’u meminta Kapolres Nias memberikan perlindungan hukum terhadap YYG, atas laporan GL di Mapolres Nias.

“Kami ini dasarnya anak jalanan, mengambil langkah untuk membantu dan membela sahabat kami yang masih muda dalam berkarya di masa yang akan datang. Tampaknya sahabat kami YYG seperti dijebak oleh GL yang seakan takut terbongkar dugaan kasusnya yang sedang viral di medsos saat ini,” katanya.

Wanita biasa dipanggil Tian ini mengaku sadar dalam kasus ini ada dugaan yang bermain-main di belakang layar dan oknum tersebut juga diduga berprofesi sebagai jurnalis dan LSM. Diduga GL telah berkoordinasi sebelumnya dengan oknum jurnalis dimaksud. Salah satu buktinya, postingan oknum itu di kantor redaksi salah satu media.

“Tampak di postingan tersebut, foto bersama GL bersama oknum jurnalis dan seorang anggota DPRD Kabupaten Nias. Pertemuan itu dilakukan beberapa saat sebelum penangkapan rekan kami YYG. Komentar di postingan tersebut juga membuat kami menduga bahwa penangkapan telah dikondisikan,” ungkap Tian.

Dalam pertemuan itu, Apresiasi juga menyerahkan sejumlah bukti dan fakta hasil jepretan kamera YYG. Yang memperlihatkan mirip GL sedang berpesta minuman keras di Hotel Binaka II, lelaki mirip GL ditemani rekan kerjanya dan didampingi sejumlah wanita malam.
Juga ada kronologis kejadian yang telah disampaikan YYG sebelumnya.

Di kesempatan lain, Tian meminta Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi untuk meninjau ulang jabatan GL sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gunungsitoli. Sebab seorang tokoh pendidik harus memberikan contoh dan teladan terhadap dunia pendidikan. (Fesianus ndraha)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *