HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Sidang Penipuan CPNS, Terdakwa Suparman Akui Terima Uang Dari Salamah

terdakwa Suparman di Persidangan di PN Medan Ruangan Cakra VI
Medan (SP) - Sidang dugaan penipuan menjanjikannya bisa meluluskan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atas nama Terdakwa Suparman kembali digelar diruangan Cakra VI, Pengadilan Negeri Medan pada Senin (26/11/2018) sekira pukul 17:00 Wib.

Dalam sidang pembelaan, terdakwa mengungkapkannya bahwa dirinya menyetor sejumlah uang kepada Abdul Ghani, pejabat yang pernah menjabat sebagai Asisten II Pemerintah Kabupaten Batubara.

"Saya dapat perintah dari Abdul Ghani, saat itu dia (Abdul Ghani) menjabat sebagai Asisten II, di Pemkab Batubara dan sekarang sudah pensiun," kata Suparman mengatakan dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis H Oyong.

Awalnya Suparman mendapatkan informasi bahwa Abdul Ghani bisa memasukkan/meluluskan CPNS sekitar tahun 2013.

"Saya sudah lama kenal sama dia (Abdul Ghani). Dia mengatakan bisa meluluskan CPNS, akhirnya saya mengajukan nama anak saya dengan tarif Rp 100 juta," sambung Suparman.

Persyaratan dana yang harus disediakan untuk satu orang CPNS yaitu tingkat SLTA Rp 50 juta, D3 Rp 75 dan S1 Rp 100.

Seusai mengajukan anaknya, Suparman rupanya dikenalkan salah satu guru SD yang biasa disebut Boy."Pak Boy itu kawan saya, lalu saya dikenalkan Pak Boy kepada ER dan ER lalu mengajukan satu nama untuk CPNS. Lalu ER menyerahkan uang sebesar Rp 40 juta kepada saya melalui rekening, kemudian uang itu saya tranfer kepada Abdul Ghani," kata Suparman lagi.

Seusia itu, lalu ER memperkenalkan Suparman kepada Salamah. Kemudian datanglah empat orang itu kerumah Suparman di Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara."Datang empat orang, Salamah, ER, Singarimbun, YUS. Kemudian mereka mempertanyakan apakah benar dan saya kata tidak bisa memberikan kepastian. Lalu mereka (Salamah, ER dan YUS) mentrasfer sejumlah uang, Salamah berkisar Rp 600 jutaan dan YUS berkisar Rp 300 jutaan. Lalu uang yang mereka berikan langsung saya transfer ke Abdul Ghani," tambahnya.

Selain kepada Abdul Ghani, sejumlah uang juga pernah ditranfer kepada orang lain dan mengaku dari utusan Abdul Ghani."Saya juga pernah mentranfers ke rekening Dedi yang pernah menjabat sebagai ajudan Wakil Bupati Batubara Gong Matua Siregar," terang Suparman.

Seusai memberikan pembelaan, Ketua Majelis H Oyong mengatakan apa yang membuat terdakwa yakin terhadap Abdul Ghani dan terdakwa mentranfer ke rekening apa? Lalu Suparman mengatakan bahwa dirinya mentransfer ke rekening BNI.

"Saya yakin sama Abdul Ghani karena beliau adalah Asisten II," terangnya.

Lalu apakah terdakwa tahu bahwa cara yang terdakwa lalukan itu perbuatan yang salah."Iya pak, saya tahu bahwa ini salah, saya sadar kalau saya juga sudah ditipu, saya juga sudah melaporkan Abdul Ghani ke Polres Batubara," ungkap Suparman.

Kemudian sidang ditunda sampai dengan tanggal 3 Desember 2018 mendatang dengan agenda tuntutan terhadap terdakwa.(reza)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *