HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Dugaan Ijazah Bermasalah Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sampai Kompolnas

Loozaro Zebua
Medan (SP) - Pasca dihentikannya Penyelidikan oleh Polres Nias atas kasus dugaan ijazah bermasalah Ketua DPRD Kota Gunungsitoli, pelapor bernama Loozaro Zebua warga Sifalago Gomo mengadukan permasalahan tersebut kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Republik Indonesia.

"Iya permasalahan ini sudah kita laporkan ke Kompolnas, kita memiliki bukti dan informasi," kata Loozaro Zebua kepada wartawan belum lama ini di Medan. 

Pelapor berharap, dengan dirinya mengadukan permasalahan ini ke Kompolnas, pihak kepolisian bisa bekerja dengan profesional.

"Saya melaporkan ke Kompolnas pada tanggal 2 September 2018 perihal mohon kepada Kompolnas untuk menangani kasus yang tidak diproses secara serius oleh penyidik Polres Nias dan diterima Kompolnas pada tanggal 3 September 2018. Saya harap agar permasalahan ini kembali dibuka, sebeb penyelidikan sudah diberhentikan oleh Polres Nias," terang Loozaro Zebua.

Sebelumnya, Loozaro Zebua mengatakan bahwa adanya kejanggalan pada ijazah paket C dan gelar S.Pdk yang telah dimiliki oleh Herman Jaya Harefa yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Gunungsitoli.

"Ijazah Paket C milik Herman Jaya Harefa dari PKBM Budaya di Jakarta Pusat dan dikeluarkan tanggal 13 Agustus 2007. Ijazah paket C yang dimilikinya diduga menyalahi karena informasi yang saya tahu bahwa hasil ujian yang ditandatangani oleh lembaga yaitu tanggal 4 Juli 2007. Kapanpun ijazah itu diambil seharusnya tanggal keluar tetap pada tanggal 4 Juli 2007, bukan 13 Juli 2007," kata pelapor kepada wartawan di Mapolda Sumut, belum lama ini.

Selanjutnya, kejanggalan terindikasi terjadi pada nama dan tanggal lahir yang terdapat pada ijazah.

"Saya beserta tim sudah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui unit pelayanan terpadu pada tanggal 19 Maret 2018, saya cek nomor ijazah yang bersangkutan (Herman Jaya Harefa) diduga tidak terdaftar," sambungnya.

"Kemudian, informasi yang saya terima bahwa nama dan alamat serta tanggal lahir pada ijazah juga menyalahi, seharusnya ijazah itu tertulis Herman Jaya, tidak ada marganya Harefa. Sedangkan tanggal lahir juga terindikasi menyalahi, kejanggalan juga telihat karena ijazah tidak ada Sidik jari dan tandatangan," tambahnya.

Atas adanya hal itu, pihaknya akhirnya memilih mengadukannya ke Mapolda Sumut dan tertuang didalam STTLP/792/VII/2018/ SPKT "II" tanggal 16 Juli 2018.

Namun sayangnya, pengaduan dari Loozaro Zebua tidak berjalan dengan mulus. Laporan yang diterbitkan pihak Polda Sumut akhirnya dihentikan oleh pihak Polres Nias yang ditandatangani oleh AKBP Deni Kurniawan SIK selaku Kapolres Nias.

"Sudah kita hentikan penyelidikan perkara itu, karena tidak ada tindakpidananya," ujar Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan SIK ketika dikonfirmasi wartawan melalui selularnya pada Senin (26/11/2018) kemarin.(reza) 

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *