HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Terindikasi Korupsi, Pengadaan 500 Unit Becak Sampah di Dinas Kebersihan Pertamanan Kota Medan Disoal

Mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa 
Medan (SP) - Mahasiswa Anti Korupsi Sumatera Utara atau Makor Sumut melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan di Jalan Pinang Baris, Kec Medan Sunggal pada Rabu (12/12/2018) siang.

Lukman Hakim Ramadhan, Kordinator Lapangan dan Aspar Junaidi Kordinator Aksi dilokasi mengatakan bahwa Negara Republik Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi di semua bidang karena Indonesia termasuk negara kaya yang pendapatannya sangat banyak. Namun dengan semakin banyaknya pendapatan dan kurangnya pengawasan mengakibatkan berbagai macam tindakan dilakukan oleh warga di Indonesia.

"Kasus yang tidak pernah lepas dan selalu susah diberantas adalah termasuk kasus dugaan korupsi di Indonesia baik di pemerintah pusat sampai pemerintah provinsi bahkan sampai ke Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten se-indonesia diduga kuat ada korupsi. Adapun dugaan korupsi saat ini juga terindikasi terjadi di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, yaitu terkait pengadaan becak sampah (becak pengangkut sampah) yang diduga kuat banyak kejanggalan dan melanggar undang-undang," kata Lukman Hakim Ramadhan, Kordinator Lapangan dan Aspar Junaidi Kordinator Aksi dilokasi.

Ketua Umum, Sofyandi Lubis menambahkan bahwa di mana dari 2 perusahaan yang ikut lelang diduga masing-masing melampirkan tenaga ahli yang sama dan sesuai speknya harus sepeda motor (kereta) yang digunakan harus sejenis kereta besar. Namun kabar yang berkembang hari ini adalah kereta yang digunakan kereta bebek atau kecil.

"Diduga ada permainan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Bapak Muhammad Husni dengan rekan rekannya terkait pengadaan becak sampah, di mana dalam kontrak SPK berjumlah 500 unit dengan anggaran Rp 3,8 miliar. Namun temuan di lapangan sampai saat ini baru siap 100 unit, padahal waktu kontrak habis dalam dua minggu lagi, ada apa ini," tegasnya.

"Kami dari Mahasiswa Anti Korupsi Sumut menuntut dan meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Bapak Muhammad Husni dengan rekan rekannya terkait dugaan permainan proyek pengadaan becak sampah yang diduga kuat KKN dan sangat melanggar undang-undang," tambah ketua umum.

"Kita juga meminta kepada Walikota Medan agar memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan karena diduga korupsi," ungkapnya.

Tidak berselang lama, masaa mahasiswa diterima oleh Indra, selaku Kabid Sabras dan Surya, Kabid Umum. Dilokasi kedua pejabat ini berjanji akan melaporkan atau menyampaikan aspirasi dari mahasiswa kepada pimpinannya.

"Adek adek dan rekan-rekan mahasiswa, agar membawa datanya dan akan kita tindaklanjuti, pemenang tender pengelola bak sampah sudah mau habis kontraknya," ungkap pejabat dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan ini menjelaskan.

Mendengar itu, kemudian massa membubarkan diri dan akan kembali melakukan aksi jika aspirasinya tidak ditindaklanjuti.(reza)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *