HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Terdakwa Suparman Dituntut 3,6 Tahun Penjara

Terdakwa Suparman saat dipersidangan (Istimewa suaraperubahan.co)
Medan (SP) - Terdakwa kasus penipuan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS), Suparman dituntut pidana penjara selama 3,6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Ketaren dalam sidang yang digelar di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (10/12) sore.

Dalam nota tuntutnya JPU Ahmad Ketaren mengatakan perbuatan terdakwa Suparman terbukti bersalah melanggar pasal 378 ayat 1 ke 1 KUHPidana, tentang tindak pidana penipuan. "Kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini menjatuhkan pidana kepada terdakwa Suparman selama 3,6 tahun penjara,” ucap JPU Ahmad Ketaren di hadapan Ketua Majelis Hakim, Tengku Oyong.

JPU menyatakan, terdakwa dalam melakukan penipuan terhadap korbannya, Salamah mengaku memiliki kenalan orang dalam di BKN (Badan Kepegawaian Negara) di Jakarta hingga berhasil meraup keuntungan jutaan rupiah.

Usai membaca tuntutan, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan (pledoi) terdakwa.

Salamah sebelumnya memberikan kesaksian. Kesaksian Salamah selaku saksi korban penipuan atas terdakwa Suparman.

"Sudah Rp 700 jutaan uang saya yang telah ditipu oleh Terdakwa, dia (terdakwa) mengaku bisa memasukkan CPNS," kata Salamah dihadapan Majelis Hakim T Oyong.

Salamah mengakui bahwa uang itu awalnya bukan uang pribadinya saja, melainkan uang temannya juga. Namun karena sebagai penanggung jawab, Salamah mengganti uang temannya itu.

"Ada beberapa orang kami yang menjadi korban penipuannya dengan janji bisa masukkan CPNS. Untuk tamatan SMA, D3 dan S1 berbeda biayanya, namun dia (terdakwa) berjanji akan memasukkan CPNS sesuai dengan alamatnya masing-masing dalam bidang kesehatan," kata Salamah.

“Saya waktu itu sangat percaya dengan kata-katanya, apalagi saat itu terdakwa ini masih gagah dan bekerja di PT Inalum,” sambung Salamah.

Adapun awal dari terjadinya peristiwa ini diakui Salamah bahwa dirinya dikenalkan oleh temannya. Bahkan uang yang diberikan Salamah kepada terdakwa dari tahun 2014, 2015.

"Tahun 2013 saya pernah ditipunya, namun ditahun itu sudah diselesaikan olehnya melalui anak terdakwa, namun entah mengapa saya begitu yakin terhadapnya bisa meloloskan CPNS sehingga ditahun 2014 saya kembali menyerahkan uang kepadanya," kata Salamah menjelaskan.(reza)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *