HEADLINE NEWS

Kategori

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Search This Blog

Powered by Blogger.

Blog Archive

Tuo Nifaro Minuman Kebanggaan Masyarakat Nias

Ilustrasi (mengelola tuo nifaro) sumber : internet 
Medan (SP) - Berbicara tentang minuman beralkohol khas masing-masing daerah di Indonesia, tentunya kita pernah atau sudah sering mendengar nama Brem dari Bali, Lapendari Jogja, Sagoer dari Manado, Ciu dari Banyumas, dan Sopi dari Maluku, Nah, di Nias Provinsi Sumatera Utara ada minuman khas beralkoholnya adalah Tuo Nifarö (tuak nias).

Tuo Nifarö, merupakan tuak suling yang berasal dari tuak mentah (legen atau cairan segar dari tetes nira / bunga kelapa muda) yang proses penyulingannya membutuhkan waktu 6 jam dari tahap pemanasan hingga diperoleh hasil 5 botol tuak suling (1 botol = 75 ml). Untuk menghasilkan 5 botol Tuo Nifarö setiap harinya, dibutuhkan 20 Liter tuak mentah yang diperoleh dari 10 batang pohon kelapa dan 2 batang pohon aren.

Proses penyulingan Tuo Nifarö dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana yakni kaleng minyak bekas yang yang sudah dibersihkan yang menampung 20 liter tuak mentah, bambu yang disambung 2 bagian (sumbuvertikal berdiameter 7-9 cm dan panjang ± 1,5m, dan koro berdiameter 5-7cm dan panjang 3-4 meter). Tuak mentah dimasak dengan menggunakan kayu api yang yang apinya harus tetap kecil agar menghasilkan Tuo Nifarö kualitas terbaik dan jernih. Setelah 1 jam dipanaskan, tuak mentah ini mulai menguap (evaporasi) dan kembali menjadi tetes-tetes cairan (kondensasi) yang menghasilkan tuak suling.

Lalu, tuak ditampung dalam botol kaca untuk mempertahankan kualitasnya. Kadar alkohol untuk Högö Duo botol pertama merupakan  tuak nomor 1, konon dikatakan dapat mencapai 90 % kadar alkoholnya. Högö Duo ini tidak bisa langsung dikonsumsi karena kadar alkoholnya, bahkan informasinya bisa juga digunakan untuk pengobatan (katanya sangat ampuh untuk pengobatan diabetes dan juga campuran minyak urut untuk menyembuhkan stroke)? Tapi pastinya pembaca juga harus konsultasi kepada pihak pelayan kesehatan (Puskesmas dan rumah sakit).

Agar bisa dikonsumsi, konon tuak ini harus dicampur seluruhnya (lima botol hasil sulingan), sehingga kadar alkoholnya menjadi 35-50%.

Tuo Nifarö, biasanya disuguhkan masyarakat pada acara-acara adat dan juga untuk menyambut tamu penting. Tuo Nifarö yang sudah dicampur dengan kadar alkohol 35-50% dapat ditemukan di kedai-kedai minuman dengan kisaran harga perbotolnya antara Rp. 16.000 – Rp, 18.000 (harga bisa berubah-ubah). Sementara Harga Högö Duo antara Rp. 50.000 – Rp. 60.000/ botol. Biasanya dikedai-kedai, namanya sudah diperhalus dengan sebutan “Saukhu-aukhu”, “Aqua Desa” atau “Aqua Nias” bahkan seringkali disingkat menjadi “TN”. Tuo Nifarö juga seringkali dibawa sebagai oleh-oleh untuk kerabat yang tinggal di luar Pulau Nias.

Namun, belakang ini Produksi Tuo Nifarö sudah mulai berkurang bahkan hampir sulit ditemukan pada saat ini karena menurunnya minat para penyadap dan penyuling tuak dalam melakukan pekerjaan ini, ditambah lagi resiko yang cukup besar serta maraknya peredaran minuman beralkohol buatan pabrik yang harganya bersaing dengan Tuo Nifarö.

Saat ini para penyadap tuak dapat dihitung dengan jari di seantero Nias, sudah banyak dari mereka yang beralih profesi ke bidang pekerjaan lain yang lebih aman dan menjanjikan.

Tuo Nifarö, banyak orang yang merindukan dan banyak juga yang menolak. Biasanya orang-orang Nias di perantauan sangat merindukan rasa khas Tuo Nifarö. Minuman khas ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat di Kepulauan Nias.(reza/internet/ywc)

Previous
« Prev Post

Contact Form

Name

Email *

Message *